News & Events
Jan 04, 2010
Laba bersih PGN lampaui Rp5 triliun
 
 
Bisnis Indonesia, 4 Januari 2010, hal. F2

Volume penjualan gas diperkirakan naik 37%
OLEH BAMBANG P. JATMIKO M. MUNIR HAIKAL
Bisnis Indonesia
JAKARTA Laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selama 2009 diperkirakan melampaui Rp5 triliun atau melonjak hingga 688,9% dibandingkan dengan pencapaian akhir 2008 yaitu Rp633,86 miliar. Dari jumlah itu, laba bersih yang berasal dari penyaluran gas sebesar Rp4,2 triliun dan sisanya merupakan laba dari selisih kurs akibat penguatan rupiah terhadap dolar AS.

Seorang eksekutif yang mengetahui kinerja perseroan mengatakan kenaikan laba bersih itu didorong oleh pencapaian kenaikan penjualan volume gas, yang di antaranya dipasok ke sejumlah pembangkit PLN.
"Selain itu, keuntungan kurs menyebabkan kinerja keuangan PGN melonjak tajam. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi pada akhir 2008, di mana rugi kurs menyebabkan laba bersih PGN tergerus," ujarnya pekan lalu.

PGN pada September telah mengalirkan gas ke pembangkit listrik milik PLN yaitu PLTGU Tanjung Priok dan PLTG Muara Tawar Bekasi. Sementara itu pada November perseroan mulai menyalurkan gas ke PLTGU Cilegon.

Saat dikonfirmasi mengenai kinerja keuangan selama 2009, Direktur Keuangan PGN Reza Pahlevi mengungkapkan belum mengetahui perolehan laba bersih, lantaran laporan keuangan masih dalam proses audit. "Namun bisa dikatakan kinerja perseroan selama 2009 lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami masih menyelesaikan audit keuangannya."

PGN merupakan BUMN penyalur gas ke industri ataupun ke pembangkit listrik milik PLN. Perseroan mencatatkan laba bersih per September 2009 senilai Rp4,4 triliun, melonjak 145% dibandingkan dengan posisi tahun lalu, menyusul kenaikan penjualan gas dan apresiasi rupiah.

Pendapatan emiten BUMN itu pada periode akhir September 2009 mencapai Rpl3,S triliun atau meningkat 50% dibandingkan dengan pendapatan usaha per September tahun lalu. Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso saat itu mengatakan pencapaian kinerja itu terutama disumbang oleh kenaikan volume penjualan gas selama sepanjang tahun ini sebesar 776 juta kaki kubik standar per hari (MMscf). naik 37% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Proyek LNG Dalam kesempatan itu, Reza mengatakan bahwa perseroan berkomitmen untuk merampungkan proyek terminal LNG di Jawa Barat dan di Sumatra Utara guna menyuplai kebutuhan gas di kedua wilayah itu.
"Kami masih memfinalisasi share dari PLN dan Pertamina yang bergabung dalam konsorsium untuk LNG terminal di Jawa Barat. Nilainya juga masih kami hitung, namun kami mampu menyiapkan dana hingga USS1 miliar untuk pembangunan terminal di Jawa Barat dan Sumatra Utara."

Berdasarkan catatan Bisnis, kebutuhan investasi pembangunan terminal LNG tersebut per unitnya mencapai USS100 juta-USS150 juta. Dari jumlah itu, perseroan kemungkinan mencari pinjaman bank sebesar 70% dan 30% dengan menggunakan kas internal.

Kendati demikian, pembangunan LNG receiving terminal di Jawa Barat terancam tersendat, menyusul belum ditekennya kontrak jual beli gas dari perusahaan gas, Total Indonesie yang diambil dari Blok Mahakam.
Menurut Hendi, PGN berencana meneken kontrak gas dengan Total Indonesie selama 10 tahun, dimulai pada 2012-2022.
 
 
 
   
 
© 2010 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. All Rights Reserved.